Bambang Sudiono Ketua Dapur Santri Indonesia, Ajari Anak Sejak Dini

Tangselkita.com, Semangat orang tua begitu transparan terhadap anak, lihat jelas dari raut Wajah anak. Hanya, karena ingin berbagi kebahagian. Tanggungjawab orang tua sungguh mulia. Sungguh ayat al Quran yang artinya: “Dan Tuhan-Mu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Allah dan hendaklah kamu berbuat baik pula kepada ibu – bapakmu dengan sebaik- baiknya. QS. Al – Isra: 23.

Kenapa kedudukan mulia ini dianugerahkan kepada orang tua? Apakah Allah memberikan ini tanpa alasan yang kuat. Perbutan apapun terhadap orang tua adalah sangat mulian!. Kewajiban anak adalah sama dengan orang tua, janganlah meremehkan pendidikan. “Orang tua yang tidak memperhatian pendidikan dan pengajaran bagi anak-anaknya, adalah mereka berarti mengabaikan kekeliruan Seharusnya orang tua ditanya, apakah anak mau lahir ke dunia? Diadukan seperti hewan ternak,“ tegas Bambang Sudiyono ketua Dapur Santri Indonesia pada suatu acara.

Berdasarkan ini, dan nilai –nilai agama pendidikan adalah tanggungjawab orang tuan. Orang tua yang ikut bertanggung jawab terpadap pengajaran dan masyarakat, adalah karena, anak – anak mereka menjadi tanggungan orang tua. Jika, pendidikan hari ini, sempurna maka masyarakat di kemudian hari juga sempurna. Jika, generasi mendapatkan pendidikan yang keliru, maka masyarakat di kemudian hari akan tambah buruk.

Menurutnya, Orang tua juga ikut bertanggungjawab kepada masyarakat di kemudin, hari yang baik. Sebab, anak-anak akan menjadi orang tua. “Jika, mereka mendapatkan pendidikan yang baik, sejak dini mungkin, untuk melanjutkannya regenerasi yang berikutnya,“ paparnya.

Jika, orang tua berkehendak seperti itu, maka mereka akan menjadi pembaharu di masa yang akan datang. Dan, memberikan pendidikan sejak dini, tidak diremehkan begitu saja. Upaya – upaya yang dilakukan oleh orang tuan adalah dalam mendidik anak-anaknya sejak dini mungkin. Kesulitan –kesulitan yang mereka alami adalah hal yang biasa orang tua alami. Berkaitan dengan ini, tlah berapa jumlah profesor, dokter, pejabat tinggi, dan lagi PNS dan lain –lain.

“Misalnya guru yang sanggup mencetak anak – anak menjadi orang pintar dan berguna bagi nusa dan bangsa, agama, “ucap Bambang. S

Tanggungjawab Ibu Lebih Besar

Seorang ibu pada umumnya pemegang tanggungjawab besar dalam mengasuh anak-anaknya. Pada umumnya seorang ibu menghabiskan waktunya sama anak-anak mereka. “Masa depan anak—anak mereka disana, kunci baik seseorang adalah baik buruknya atau kemunduran seseorang, generasi atau masyarakat adalah terletak pada kaum ibu,” tegas Hj. Tuty Tanoe Djiwa, ketua Umum Majelis Taklim Dikir Annisa Nurussalam.

Kedudukan seorang ibu sangat lah penting. Fondasi masa depan terletak pada tangggungjawab ibu, baik dan buruknya teletak pada kaum wanita. Oleh karena itu, dari sikap buruk atau baiknya kemajuan atau kemunduran masyarakat adalah terletak pada kaum ibu (wanita). Hal ini, mencerminkan keburukan pada kaum wanita (ibu).

Seorang ibu adalah penghasil para orang cerdik pandai, menteri, pengacara guru, ustadz-ah, dalam kasih ibu terkenal bahkan dinyanyikan: “ Kasih ibu sepanjang jalan” tak terbatas dan tak terbalas. “Sepantasnya, orang tua menghasilkan orang yang jujur, adil, bermanfaat, saleh. Tidak hanya, melayani masyarakat, melainkan menciptakan wadah bagi mereka masyarakat hal –hal yang baik. Anak-anak menjadi penolong bagi orang tuannya, ketika keduanya berusia lanjut,” paparnya.

Jika, orang tua berupaya keras mendidik anak-anaknya, tentu akan menghasilkan yang baik pula. Ketika menghadapi kehidupan mereka. Imam Ali RA berkata: “Keturunan yang buruk adalah penyebab-penyebab terbesar kesulitan kesulitan bagi orang tua”. Hal ini, dipertegas dengan sabda Nabi Besar SAW berkata: “Semoga Allah memberkahi orang tua yang mendidik anak-anaknya untuk berkelakuan baik akhlakhul kharimah terhadap mereka”.

https://pollingkita.com/polling33437-polling

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply