Dakwah Dalam Silaturahim

Tangselkita.com, Mengikuti kegiatan Bang Burhanudin atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bang Burai di acara zikir bulanan Majelis Nuurus syifaa dibawah pimpinan H. Sukri dengan pembina Ustad Lukri memang sedikit susah susah mudah .dengan pakaian Pangsi yang khas dengan warna merahnya . Jumat 7 Februari 2020

TangselKita.com dalam sela sela rehat zikir berhasil mewancarainya , Bang Burai menjelaskan bahwa “saya bentuk keluarga besar bang burai ini ,bukan membentuk satu keluarga saja tapi untuk semua golongan khususnya untuk kota Tangerang Selatan.” ujarnya

“Kita tau bersama bahwa saat ini kita sedang mengalami krisis berbangsa dimana kita saling mencaci maki padahal kita satu keluarga yaitu Bangsa Indonesia yang ber Bhineka Tunggal Ika ,tuh harus kita rawat bersama ,itu warisan orang orang tua kita .” kata Bang Burai prihatin

Intinya dalam keluarga besar ini kita menciptakan persatuan

Ditanya tentang penggunaan simbol mawar merah pada KRB KELUARGA BESAR BANG BURAI ,ini penjelasan beliau

” kajian mawar yang saya punya itu dari tahun 1992 saya temukan itu saat saya belajar tawadu ber agama ,tharekat yang saya pelajari adalah kebenaran tapi dimata orang lain itu salah dimana saya selalu menggunakan pakaian pangsi merah saya bercampur dengan habib dan kyai ulama yang pada umumnya berpakaian putih , saya terus membawa siar tentang seni yang saya tekuni sejak kecil yaitu seni bela diri silat , yang saya dapat dari kakek buyut saya ,sesungguhnya baju merah yang saya kenakan itulah mawar merah yang pernah dibawa oleh tuan Syech Abdul Kodir Jaelani memang luar biasa. Beliau bener benar Wali Quthub.. Subhanallah..”

“Dalam satu kisah
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan sambil menunjukkan gelas yang telah berisi air bening: “Seperti inilah kota Bagdad itu, gelas adalah kota Bagdad dan airnya adalah para wali Allah”

Lalu dia mengambil sekuntum Mawar Merah dari langit, kemudian diletakkan ditengah air dalam gelas itu, sambil berkata: “Dan aku adalah Mawar diantara para wali-waliNya

“Itulah makna KRB yang saya bentuk , semoga KRB bisa menyatukan suku ras dan agama dalam satu wadah “silaturahmi” merawat Bangsa dan Negara khususnya Kota yang kita cintai Tangerang Selatan ini ,dalam apa ya kalau saya dalam Budaya Bela diri , dan siar agama yang saya yakini , mawar merah adalah lambang cinta ,lambang kasih sayang dan yang jelas misi hari ini adalah menyambung tali silaturahmi ,mempererat saudara satu sama lain agar semuanya sadar kita ini satu anak bangsa dan kita harus berbuat agar bangsa ini maju dan rukun itu saja .Inti semua ini adalah Dakwah Dalam Silaturahim.” tutupnya

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply