Tahu Legendaris Asal Prumpung Desa Yang mulai berubah Jadi Kawasan Industri

Tangsel , -Pekerja menyusun tahu Serpong yang selesai dibuat pada sebuah wadah di pabriknya di kawasan Muncul, Setu, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu, 4 Januari 2020. Tahu produksinya dijual dengan harga lima ratus rupiah per tahu yang nantinya dipasarkan di Tangerang Selatan dan kawasan Tangerang.

Tahu asal Tangerang Selatan (Tangsel) ini memang tidak terlalu berbeda dari tahu-tahu yang beredar di pasaran. Tahu tersebut digoreng terlebih dahulu sebelum disajikan.
Namun sebelum digoreng, tahu Serpong harus direbus atau dikukus terlebih dahulu. Tahu tersebut cukup berisi dan basah. Setelah dimakan, rasanya boleh juga.

Tahu prumpung boleh dikatakan tahu legendaris di kawasan serpong dan Tangsel ,sejak masih masuk wilayah Kabupaten Tangerang ,tahu yang diproses secara traditional , tangselkita.com tidak melihat satu alat modern pun dalam pabriknya semua bekerja dengan diam tanpa suara dari sang pekerja pabrik namun proses produksi terus berjalan .

Harganya pun murah meriah. Bisa dimakan hanya dengan cabe rawit dan sambal kecap. Tahu serpong ini merupakan alternatif lain dari sajian tahu.

Sambil lewat tangselkita.com mencoba menyambangi pabrik pembuatan Tahu Serpong ini. Terletak di Kampung Baru Asih RT.09/RW.13 Kelurahan Muncul, pabrik tahu itu terkesan sederhana. Kiwang (44 tahun), pria keturunan Thionghoa pemilik pabrik sederhana itu, meneruskan usaha turun temurun keluarganya sebagai pembuat tahu.

Wilayah yang sekarang sudah berubah dulu hanya kawasan Desa yang asri kini wilayah ini sudah berubah dengan berdirinya beberapa pabrik ,kawasan ini pada tahun 80-90 an masih banyak peternak ayam rumahan saat itu .

Orang tua Kiwang sudah memulai usaha dari 1995. Semenjak lulus SD, Kikwang pun sudah terampil membuat tahu. “Baru pada tahun 1999 saya pindah ke Tangsel dan memulai usaha disini,” ujar Kiwang sambil menyantap makan siangnya.

Yang membuat Tahu Serpong berbeda adalah proses pembuatannya yang ditangani langsung oleh sang generasi turun temurun. Kiwang mengaku hanya memperkerjakan tenaga kerja yang berasal dari kerabat dekatnya. Prosesnya pun masih tradisional.

Kiwang masih menggunakan kayu bakar untuk menjaga kualitas dan rasa tahu buatannya. “Rasa tahu akan lebih enak kalau pakai kayu bakar. Makanya, tahu yang saya buat tidak mudah bau dan asam,” ujar Kiwang. Dalam sehari, industri pembuatan tahu milik Kiwang menghabiskan ratusan potong kayu sebagai bahan bakar.

Setiap harinya, industri tahu milik Kiwang menghasilkan 2500 – 4000 buah tahu sehari . Ia tidak pernah mencoba memasarkan tahu buatannya. Justru, para pembeli berdatangan ke pabrik tahu miliknya.

Selain harganya yang murah, yakni Rp 500, tahu buatan Kiwang tanpa memakai bahan pengawet. “Tahu kita bebas formalin dan dari kunyit asli,” ujarnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply