5,02%, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jauh Lebih Tinggi Dibanding Negara-Negara G20

Tangselkita.com, oleh : Andreas Notonegoro (Master Economics Student at University of Huddersfield, England)

Pemerintah Indonesia baru saja merilis data tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2019 yang berada di angka 5,02%. Ada pihak yang mempertanyakan mengapa pertumbuhan ekonomi melambat dibandingkan 2018 yang tumbuh 5,17%.

Akan tetapi, para ekonom menilai Indonesia termasuk hebat karena bisa mempertahankan angka pertumbuhan ekonomi di atas 5% di tengah situasi ekonomi global yang sangat tak menentu.

Bahkan, Presiden Jokowi kemarin menyampaikan, pertumbuhan ekonomi di atas 5% harus disyukuri, jangan kufur nikmat karena di antara negara G20, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di peringkat kedua tertinggi.

Negara lainnya, bukan saja melambat, bahkan ada yang ekonominya tidak tumbuh atau resesi. Benarkah? Mari kita cek pertumbuhan ekonomi beberapa negara anggota G-20.

G-20 adalah sebutan bagi negara-negara dengan kemampuan ekonomi yang dipandang terkuat dan memiliki pengaruh di dunia. G-20 beranggotakan 19 negara dari semua benua di tambah satu himpunan (uni eropa).

Anggota G-20, yaitu Indonesia, AS, China, Jepang, Jerman, India, Inggris, Perancis, Brazil, Italia, Kanada, Rusia, Korsel, Australia, Meksiko, Turki, Arab Saudi, Argentina, Afsel, Uni Eropa.

Pernyataan Presiden Jokowi yang menyebut peringkat pertumbuhan ekonomi Indonesia di G20 nomor 2, itu benar adanya. Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 (5,02%) hanya kalah dari pertumbuhan ekonomi China yang pada 2019 tumbuh 6,1%.

Namun, dibanding 2018 pertumbuhan ekonomi China pun melambat, karena di 2018 ekonomi China tumbuh 6,6%.

Dibanding negara Asia G20. Kecuali dengan China, pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi dibanding negara-negara Asia lain seperti India, Korsel, Arab Saudi atau Jepang.

Untuk India, pemerintah setempat memprediksi tahun 2019 ekonominya hanya tumbuh 5% pada 2019, anjlok sangat tajam dibanding tahun 2018 di mana ekonominya tumbuh hingga 6,9%

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Korsel pada 2019 diperkirakan hanya 1,8% (bloomberg). Adapun, Arab Saudi diperkirakan IMF hanya akan mengalami pertumbuhan ekonomi 0,2% pada 2019 (reuters).

Jepang, negara dengan kekuatan ekonomi ketiga di dunia setelah AS dan China bahkan diprediksi IMF hanya mengalami pertumbuhan ekonomi 0,8% pada 2019. Tahun depannya, lebih rendah lagi diprediksi hanya 0,5% pertumbuhan ekonomi Jepang.

Dibanding negara Eropa G20. Jika membanding 5,02% Indonesia dengan negara-negara Eropa tentu saja jauh sekali keunggulan Indonesia. Turki saja misalnya baru merayakan pertumbuhan ekonominya sekitar 0,5% pada 2019 setelah pada 2018 mengalami resesi atau minus.

Italia bahkan hanya memperkirakan ekonominya pada 2019 tumbuh 0,1% dan menargetkan tumbuh 0,4% di 2020 (https://t.co/vNOQRJhaHB). Sementara itu, Rusia pun pada 2019 hanya mengalami pertumbuhan ekonomi 1,3%.

Dibanding negara Amerika Latin G20. Perbandingan ekonomi Indonesia tumbuh 5,02% dibanding anggota G20 di Amerika Latin pun cukup mencolok. Jika kita melihat Meksiko yang ekonominya minus 0,1% pada 2019 (terburuk selama satu dekade).

Ekonomi Meksiko terjun bebas dibanding 2018 yang tumbuh 2,1%. (wallstreetjournal). Brazil pun hanya berada di kisaran 0,9% pertumbuhan ekonominya pada 2019.

Dibanding AS dan Kanada. Dibanding dua negara di Amerika Utara, pertumbuhan ekonomi Indonesia pun tampak menjanjikan.

AS negara adidaya hanya tumbuh 2,3% ekonominya pada 2019, melambat dibanding 2018 yang tumbuh 2,9%. Pun dengan Kanada, yang pada 2019 ekonominya hanya tumbuh 1,6%.

Terakhir jika dibanding dengan Afrika Selatan, satu-satunya negara benua Afrika yang termasuk dalam G20 pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,02% pun jauh lebih tinggi. World Bank menghitung, ekonomi Afrika Selatan pada 2019 hanya akan tumbuh 0,8%.

Setelah melihat angka-angka pertumbuhan ekonomi mayoritas negara G20 yang dikatakan paling berpengaruh secara ekonomi di dunia, yaitu berkisar 1-2 % saja, maka melihat performa ekonomi Indonesia yang bisa di atas 5% cukup mengagumkan.

Wajar jika Presiden Jokowi mengajak agar rakyat Indonesia bersyukur dan tidak kufur nikmat. Maju Terus Indonesiaku!

Indonesia jadi negara kaya, tetapi masih memiliki banyak penduduk yg sangat miskin. 20% dari populasi Indo yg berjumlah 270 juta jiwa, yakni 50 juta orang tetap rentan jatuh ke dalam kemiskinan, dengan pendapatan tepat di atas garis kemiskinan internasional sebesar US$1,90/ hari.

Indonesia telah membuat kemajuan luar biasa dalam mengurangi tingkat kemiskinan hingga di bawah 10%. Selama periode itu kelas menengah Indonesia tumbuh dari 7% menjadi 20%. Mereka yang baru saja keluar dari garis kemiskinan memang memerlukan pekerjaan dengan gaji yang mumpuni.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply