Jangan bicara Bank Sampah, ketika Sampah dari Rumah Tangga masih dicampur aduk.

Laporan : Purwanto & Farhat Muhidin

Ciputat, tangselkita– Persoalan sampah masih menjadi masalah pelik bagi pemerintah daerah, salah satunya di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Bank sampah pun diharapkan menjadi salah satu solusi mengurangi volume sampah yang berasal dari rumah tangga.

Peran aktif berbagai pihak pun sangat dibutuhkan, diantaranya peran korporasi melalui program corporate sosial responsiblity (CSR).

Seperti yang dilakukan PT Pegadaian  mendukung Pemkot Tangsel dalam mengatasi persoalan sampah dengan menyalurkan CSR-nya sebesar Rp120 juta untuk menunjang bank sampah di RW 04 di Kelurahan Pondok Pucung, Pondok Aren, Kota Tangsel.

Mengusung tajuk The Gade Clean & Gold, bank sampah yang diberi nama Teratai itu diresmikan langsung oleh Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, bulan juni (19/6/2019) lalu.

Inilah perbincangan tangselkita.com dengan Bambang Sudiyono (Bang Yon) aktifis lingkungan hidup, pekan ini (25/11/2019) yang tampil mencalonkan diri dalam ajang Pilkada Tangsel tahun 2020 berpendapat

Tangselkita : Bagaimana menurut anda sampah sembarang

Bang Yon : Membuang sampah sembarang adalah merupakan tindakan pidana ringan .Hukum harus ditegakkan di Tangsel ini, Sosialisasi perda tentang sampah harus masuk ke setiap sanubari warga Tangsel.

Tangselkita : Lalu adakah solusinya

Bang Yon : Mengapa hari ini masih ada yang membuang sampah sembarangan ? Saya Melihat di Rawalele, Pengelolaan sampah masih dengan cara dibakar. Ini tentu tidak boleh terjadi. Pemkot harus mengelola sampah sampai habis. Tidak boleh ada TPA. Sampah ditampung sampai menggunung.

Tangselkita : Jika Bapak diamanatkan sebagai walikota Tangsel nantinya ,bagaimana bapak akan melakukan perubahan tata kelola sampah di tangsel kita ini ?

Bang Yon : Tangsel harus punya Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu sehingga sampah dikelola habis sampai tetes terakhir.. Pengelolaan sampah secara modern tidak memerlukan lahan yang luas. Tangsel sudah 11 tahun belum juga mampu mengelola sampah, ini janggal dan mengherankan.” Imbuhnya

Tangselkita : Apakah selama ini pengelolaan sampah di tangsel sdah baik,bagaimana cara jitu bapak dalam hal olah sampah di tangsel ?

Bang Yon : Pengelolaan sampah di Tangsel masih nilai merah. Pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan terkecil.. dari setiap rumah tangga.Sampah dari setiap Rumah Tangga sudah harus dipilah dari yang organik maupun yang non organik. Kemudian masuk ke Bank Sampah.Jadi jangan bicara Bank Sampah, ketika Sampah dari Rumah Tangga masih dicampur aduk. Budaya memilah sampah sejak dari Rumah Tangga beres dahulu , baru bicara Bank Sampah.

Perbincangan pun dimanfaatkan oleh Bang Yon memperlihatkan hasil karyanya yang tercantum dalam pelbagai penghargaan baik nasional maupun internasional terutama tentang lingkungan hidup dan kehutanan.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply