Menteri ESDM: Skema Cost Recovery untuk Panasbumi Masih Digodog

Tangselkita.com, Menteri ESDM Arifin Tasrif menyatakan, pemerintah masih menggodok skema kontrak dalam pengembangan sektor panasbumi. Skema itu disusun agar bisa memberikan keuntungan bagi pengembang dan pemerintah.

Arifin mengakui, pemanfaatan panasbumi sebagai sumber energi memiliki risiko lebih tinggi dibanding pengembangan di sektor EBT lainnya.

“Oleh karena itu kami melihat diperlukan insentif untuk mendorong investasi di sektor ini (panasbumi)” jelasnya dalam acara Indonesia’s New Landscape, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020).

Arifin menyebut, pemerintah mempertimbangkan skema kontrak cost recovery untuk pengembangan panasbumi seperti halnya dalam migas.

“Pemanfaatan panasbumi, terutama dalam tahapan eksplorasi, memiliki risiko yang sangat tinggi. Oleh karena itu pemerintah mempertimbangkan resiko skema cost recovery sebagaimana halnya dalam migas,” jelasnya.

Ia menambahkan, potensi panasbumi Indonesia mencapai 28,5 gigawatt (GW), namun yang baru termanfaakan baru 2,1 GW.

Sumber panasbumi yang melimpah, lanjutnya, membuat sektor ini lebih kompetitif.

“Namun untuk geothermal masih kita godok, belum bisa kita simpulkan sekarang,” paparnya.

Sementara itu, berbicara sektor EBT secara keseluruhan, Arifin mengatakan, pada tahun ini kapasitas EBT bertambah 700 MW sehingga kapasitas total mencapai 10.843 MW.

Selanjutnya kapasitas pembangkit listrik energi hijau ini akan naik 1.000 MW menjadi 11.843 MW pada 2021, bertambah lagi menjadi 13.743 MW pada 2022, kemudian 15.543 MW pada 2023, dan mencapai 19.243 MW pada 2024.

Ditambahkannya, bauran EBT akan didorong pula dengan penggunaan biofuel.

“Dengan demikian, bauran untuk EBT tak hanya bersumber dari pembangkit,” ujarnya.

Yuk lita klik dan share poling pemilihan Cawalkot Tangsel!

https://pollingkita.com/polling33437-polling

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply