BUMN Watch Minta 600 Anak Cucu Perusahan BUMN Ditertibkan Anak Cucu Perusahaan BUMN Sulitkan Swasta Berkembang

Keputusan Erick Thohir Tertibkan Ratusan Anak Cucu BUMN Diacungi Jempol

BUMN Watch: Masih Banyak Tantangan Erick Harus Kuat Tertibkan Ratusan Anak Cucu BUMN 

KETUA Koordinator BUMN Watch Naldy N Haroen SH meminta anak cucu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak sesuai bidang usahanya ditertibkan. Bahkan, jika perlu anak cucu perusahaan itu dibubarkan. 

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir juga sudah membuat keputusan resmi akan mengatur ulang seluruh anak usaha dan perusahaan patungan milik perusahaan pelat merah itu.

Dalam Surat Kepmen BUMN No SK-315/MBU/12/2019 tentang Penataan Perusahaan atau Perusahaan Patungan di Lingkungan BUMN, disebutkan asalan penataan tersebut adalah untuk mengoptimalisasi keberadaan anak usaha dan usaha patungan agar fokus pada bisnis yang sama. 

Menurut Naldy Haroen, dari dulu pihaknya menemukan banyak anak perusahaan BUMN yang melakukan monopoli usaha. Sehinga, latihan seperti itu bisa menyulitkannperusahan swasta untuk berkembang.

Naldy Haroen mengungkapkan, saat ini sekitar 600-700 anak perusahaan milik negara yang tidak sesuai dengan bisnis miliknya. Sehingga, kata dia, anak perushaan inilah yang diaktifkan hanya menggerogoti induk perusahaa dan akhirnya terus merugi.

“Saya ambil contoh di PT Krakatau Steel ada 70 an anak perusahaannya. PT Pertamina ada 140 an, PT PLN ada 40an, PT Indonesia Ferry (ASDP) ada juga dan masih banyak anak perusahaan di BUMN lainnya,” kata Naldy Sabtu (14/12) / 2019).

Lebih lanjut Naldy Haroen menjelaskan, pada saat mulai dibuatkan anak perusahaan cucu itu sangat bagus. Yakni, untuk meningkatkan efisiensi dan mendapatkan keuntungan bagi negara.

“Tapi pada kenyataanya anak cucu perusahaan BUMN itu menjadi lahan untuk mencari keuntungan pribadi dari Direksi induk perusaahannya,” tegas Naldy.

Menurut Naldy, anak perusahaan BUMN inilah yang menimbulkan ruang gerak perusahaan swasta untuk mengembangkan bisnisnya. Karena, lanjut Naldy, anak perusahaan BUMN melakukan monopoli dalam bisnisnya.

“BMUN Watch sudah lama menerima keluhan dari para pengusaha yang mewakili anak perusahaan yang melakukan monopoli. Hal ini harus dibatalkan, jika tidak, dunia usaha di sektor nyata akan sulit untuk dikembangkan,” ungkapnya.

BUMN Watch, kata Naldy, setuju dengan langkah Erick Thohir melakukan bersih-bersih anak perusahaan yang tidak fokus pada bisnis yang sama.

 “Meskipun banyak tantangan dari dalam negeri, BUMN harus kuat-bersih,” pungkas Naldy Haroen.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply