KPU Tangsel Optimis Partisipasi Pemilih Pilkada Tangsel Meningkat

Tangsel, Launching Pilkada Tangsel 2020 menyambut pesta demokrasi telah diresmikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tangsel di Hall Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Pamulang, Senin (9/12).

Dalam kegiatan launching itu, KPU Tangsel perkenalkan maskot yang diberi nama ‘Si Pangsi’ dengan karakter manusia mengenakan pakaian adat Pangsi yang disesuaikan dengan moto Pilkada 2020 di Tangsel yaitu Pilkada Berbudaya, Tangsel Berdaya.

Ketua KPU Tangsel Bambang Dwitoro, meminta dukungan kepada seluruh stakeholder untuk membantu ikut serta menyukseskan Pilkada Tangsel 2020.

“Dalam kesempatan ini juga kami meminta dukungan kepada seluruh elemen masyarakat, agar kita bersama-sama menyukseskan Pilkada agar berjalan lancar dan baik,” ujar Bambang.

Bambang mengaku optimis partisipasi di Pilkada Tangsel 2020 akan membaik dibandingkan dengan Pilkada 2015 lalu yang tidak sampai 60 persen.

“Pada PIlkada 2020 ini kami optimis akan meningkatkan partisi dengan target 75 persen. Ini berdasarkan pengalaman dari Pemilu 2019,” ucapnya.

Adapun cara yang akan dilakukan oleh KPU Tangsel dalam peningkatan partisipasi yakni, dengan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kita kan masih punya data Pilgub Banten 2017, nanti kita lihat mana yang partisipasinya kurang. Misalnya pada kawasan perumahan elit. Nanti di sana akan kita tingkatkan sosilaisasi,” ungkap Bambang.

Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, dalam kesempatan itu juga meminta agar seluruh elemen masyarakat bersama-sama untuk menyukseskan Pilkada Tangsel.

“Mari bersama-sama kita bersinergi untuk menyukseskan oesta demokrasi ini. Dan keberhasilannya tentunya ialah dari tingkat partisipasi yang tinggi, ini yang harus kita kerjas bersama-sama,” ujarnya.

Airin juga meminta agar KPU Tangsel menjaga dan memenuhi hak setiap masyarakat Tangsel sebagai pemilih. Jangan sampai ada masyarakat yang memiliki hak pilih tidak terdata di Pilkada Tangsel.

“Kami juga ingatkan kembali kepada KPU, jangan sampai nanti ada masyarakat yang memiliki hak pilih tidak terdata sebagai pemilih di Pilkada. Karena semuanya memiliki hak sama untuk memilih siapa calon pemimpin mereka ke depannya,” demikian Airin.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply