Padatnya Pengunjung Makam Sunan Gunung Jati ,saat Kliwon

Cirebon, Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon masih menjadi daya tarik tersendiri di Kesultanan Cirebon. Tempat ini menjadi salah satu tujuan utama wisata ziarah bagi ribuan pelancong yang berkunjung ke Cirebon, Jawa Barat.

“Sehari-hari yang datang sekitar 1.000 orang. Belum malam Jumat. Apalagi malam Jumat kliwon bisa sampai 5 ribu orang,” kata Bapak Jana umur 70 tahun yang terlihat masih gagah turun naik bukit menunjukkan titik titik sumur tujuh yang ada di bukit jati makam Syekh Datuk Kahfi (syeck Nur Jati ) guru dari Sunan Gunung Jati ,tinggi bukit sekitaran 100 meter tapi Abah Jana seperti tak terasa lelah masih saja dengan telaten mengantar para peziarah mandi disumur sumur kramat hingga ke Masjid Agung dan makam Sunan Gunung Jati saat di wawancara tangselkita.com Tempo, Kamis malam , 5 Desember 2019.

Menurut Abah Jana (70th) saat ini wisatawan yang berkunjung ke Cirebon khususnya kawasan Kesultanan Cirebon semakin meningkat. Keberadaan Makam Sunan Gunung Jati menjadikan wisata ziarah sebagai “jualan” utama daerah Cirebon baik bagi turis domestik maupun manca negara.

Belakangan, Cirebon tak hanya menjadi tempat tujuan wisata ziarah tapi juga wisata pendidikan dan belanja. Kandungan sejarah Islam-nya, sebagai salah satu tempat pengembangan agama Islam tertua di tanah Jawa, menarik pelajar dari berbagai daerah dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi untuk lebih mengenalnya. Bahkan sejumlah peneliti dalam negeri maupun luar negeri menjadikan Kesultanan Cirebon sebagai objek penelitian mereka.

“Yang meneliti dari S1 sampai S3 dari UI,UGM Unpad. Dari ITB juga meneliti arsitekturnya,” kata Markus Lebey pedagang . Ia menambahkan, “Cirebon juga sudah menjadi alternatif wisata belanja, dengan batik Cirebonnya yang terkenal.” katanya

Lain lagi dengan Mukris Lebey pedagang kopi di parkiran area makam Sunan Gunung Jati mengatakan sayangnya, kata Markus Lebey sejumlah kerusakan terjadi pada Makam Sunan Gunung Jati sehingga mendesak untuk segera diperbaiki. Tak hanya itu, tujuh titik bersejarah lainnya seperti empat keraton Cirebon yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Kaprabonan, cagar budaya Goa Sunyaragi, Mesjid Agung Sang Cipta Rasa, dan Lawang Sanga, juga sudah layak dipugar.

Pemerintah daerah setempat telah bersiap merevitalisasi delapan titik bersejarah ini. Bekerja sama dengan pemerintah pusat, anggaran untuk perbaikan Kesultanan Cirebon terus digodok. “Dari kajian awal pemerintah kabupaten dan kota Cirebon, rencana pemugaran seluruhnya diperkirakan dananya sekitar Rp 70 miliar itu yang saya dengar .”ujarnya.

Namun soal jumlah pastinya, saya tidak tau , ketika tangselkita.com menanyakan perihal lapangan parkir dan depan makam Sunan Gunung Jati agak becek kotor ,dimana aspal telah mengelupas dan berlubang yang berakibat banyak genangan air ,kebetulan memang habis turun hujan .” dia hanya menggeleng

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply