Seniman Menggugat Dan Proyek Revitalisasi TIM Terancam Bubar .

Jakarta- TIM (Taman Ismail Marzuki) sedang direvitalisasi. Ada pro-kontra. Ada beda persepsi. Tentu semua itu bermuara: bagaimana pusat kesenian itu menjadi rumah bersama, yang nyaman, bagi seniman dan seniwati.

Ground Breaking Revitalisasi TIM yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta pada 3 Juli 2019. Hingga kini mendapatkan penolakan dari Seniman dan seniwati .

Dari Diskusi – PKJ-TIM Mau Dibawa Kemana?”, di PDS HB Jassin, 20/11/2019
Diskusi Seniman tentang Revitalisasi TIM yang menjadi krusial karena JakPro/Pemprov DKI berencana mendirikan Hotel di dalam Taman Ismail Marzuki.

Surat pernyataan menolak dari seniwan dan seniwati Taman Ismail Marzuki dengan rencana revitalisasi di TIM untuk rencana pembangunan Hotel berbintang 5 terus mengalir .

Ibu Tuty Herati Wakil Ketua Akademi Jakarta dan Naniek L Karim, ikut menandatangani petisi penolakan renovasi Taman Ismail Marzuki. Rabu 18 Desember 2019

Toeti Heraty Rooseno, sastrawan terkemuka Indonesia, yang pernah menjabat sebagai Rektor IKJ dan Ketua Dewan Kesenian Jakarta (saat ini Wakil Sekretaris Akademi Jakarta), membubuhkan tanda tangannya di atas baliho yang berisi “Pernyataan Cikini”, yang menolak kehadiran JakPro selaku BUMD Pemprov DKI Jakarta yang mengelola TIM.

“Teruskan perjuangan kalian, ya! Saya mendukung!” pesannya kepada puluhan seniman yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli TIM.

Penggiat sastra dari luar DKI juga banyak yang akan tandatangan petis tolak hotel di TIM. Membangun hotel di TIM itu tindakan pembantaian intelegensia dan warisan budaya.

Untuk Revitalisasi TIM anggaran yang dibutuhkan 1,8T dan menggunakan APBD.

Dikhawatirkan revitalisasi TIM akan menghilangkan fungsi utama dari pelestarian budaya menjadi area bisnis yang memperhitungkan untung rugi. Meski nantinya dikelola oleh Pemprov DKI.

Revitalisasi TIM menjadi ruang komersial digugat para seniman. Kebudayaan adalah bangunan peradaban bukan gedung. Bukan juga menghadirkan hotel bintang 5 dalam sebuah ruang kebudayaan .

Proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki di ujung tanduk. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta meminta Pemerintah Provinsi DKI menyetop pendanaan proyek senilai Rp 1,8 triliun itu.

Seperti disampaikan Pantas Nainggolan, anggota Komisi B DPRD, penghentian pengucuran anggaran tersebut dilakukan hingga tercapai kesepakatan antara PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengembang dan seniman mengenai konsep serta desain revitalisas.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply