Tak Miliki RDTR, DPMPTSP Kota Tangsel Keluarkan IUTM Superindo Pamulang

pamulang, Toko modern Superindo di Jalan Raya Pajajaran Nomor 101, Kecamatan Pamulang mengklaim sudah mengantongi Izin Usaha Toko Modern (IUTM) dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangsel.

Store Leader PT Lion Superindo, Reino Arifani mengatakan, pihaknya akan mulai beroperasi 19 Desember 2019 mendatang. Pihaknya mengaku sudah mengantongi IUTM.

“Iya kita akan buka tanggal 19 Desember nanti. IUTMnya sudah punya, ngga boleh lah dilihat, buat apaan,” ujarnya kepada awak media, beberapa waktu lalu.

Menurut Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Nomor 4 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan perizinan dan pendaftaran usaha perindustrian dan perdagangan, dimana dalam pasal 86 ayat (1) dijelaskan bahwa setiap pendirian toko modern wajib mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Peraturan Zonasi.

Diketahui saat ini, Kota Tangsel baru memiliki Perda tentang RTRW yakni Perda Nomor 9 tahun 2019, sementara Perda tentang RDTR yang merupakan turunan Perda RTRW masih baru menjadi usulan.

Kepala Bidang Perizinan Ekonomi pada Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Herman Susilo membenarkan telah dikeluarkanya IUTM Superindo tersebut. Menurutnya, perizinan yang dikeluarkan sudah sesuai dengan prosedur yang ada.

“Zonasi sudah disetujui secara peruntukan untuk toko Superindo, setelah itu kita survei bersama Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Survey itu atas izin kedua dinas itu, pokoknya atas persetujuan mereka. Setelah itu dibuat kesimpulan, setelah DBPR dan Disperindag membuat kesimpulan, berdasarkan Perda dengan Peraturan Walikota IUTM ini selesai, dikeluarkan izinnya itu,” kata Herman, Senin (9/11/2019).

Herman menambahkan, untuk persyaratan teknis seperti kajian sosial ekonomi dan tata ruang, merupakan kewenangan DBPR dan Disperindag Kota Tangsel, DPMPTSP hanya mengeluarkan izinnya saja.

“Kalau untuk masalah kenapa izinnya dikeluarin, itu bidang teknisnya yang paham, karena kita bagaimna DBPR dan Disperindag. Mungkin disetujui itu ada pertimbangan, mungkin investasi,“ katanya.

Sementara itu, Kepala seksi perencanaan penataan ruang pada DBPR Kota Tangsel, Muhamad Hafiz mengungkapkan perihal rekomendasi hasil kajian pihaknya, terkait toko Superindo di Pamulang itu.

“Udah sesuai, acuannya Perda RTRW, itu toko komersial. Sepanjang itu Jalan Siliwangi-nya. Mengacu ke RTRW 2011, nah sekarang masih, masih pakai itu, itu di jalan itu komersial saja. Untuk rekomendasi hasil kajian, nanti saya cari dulu,” ujarnya.

Berbeda, Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri pada Disperindag Kota Tangsel, Firman Firdaus Rahman mengatakan bahwa pihaknya tidak merasa mengeluarkan rekomendasi apapun terkait perizinan Superindo di Pamulang.

“Kita tidak pernah mengeluarkan rekom apapun, dan tidak pernah melakukan Berita Acara Pemeriksaan Lapangan (BAPL), terkait perizinan Superindo di Pamulang,” ucapnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply