Siapa yang takut sama ondel-ondel?

Tangselkita.com, Mungkin kamu harus berpikir ulang. Pada masanya, ondel-ondel justru digunakan sebagai pengusir bala atau segala hal yang dapat mengganggu ketentraman manusia.

Ondel-ondel berasal dari kebudayaan masyarakat Betawi Pinggir yang meyakini keberadaan roh-roh dan menganggap bahwa alam dan semua benda memiliki jiwa dan kekuatan.

Kesenian ini sempat mendapat penolakan dari golongan Betawi yang cenderung relijius karena sifatnya yang magis. Proses pembuatannya menggunakan mantra-mantra serta aliran kepercayaan untuk berkomunikasi dengan arwah nenek moyang.

Pelaksanaan pertunjukannya pun dilengkapi dalam beberapa cara, antara lain, dengan menghidangkan sesaji. Selama berproses, pembuatnya harus puasa.

Ondel-ondel dikenal sebagai teater tanpa tutur karena memerankan sosok nenek moyang yang senantiasa menjaga anak cucu/penduduk desa. Biasa diarak keliling kampung, disertai alat musik seperti tehyan, gendang, gong besar, gong sedang, kenong, dan kecrek.

Namun, nilai budaya ondel-ondel saat ini tidak semegah cerita masa lalunya. Mereka memudar dan perlahan kehilangan masyarakat pendukungnya. Kini, ondel-ondel cenderung dijadikan alat mengamen.

Nah, menurut kamu, apakah ngamen menggunakan ondel-ondel merupakan bentuk pelestarian budaya?

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply