Akibat Curah Hujan Tinggi Warga Cigolong Tasikmalaya Mengalami Bencana Longsor

Laporan : Risman/Purwanto

Tasikmalaya, TangselKita.com– Banyak Pemukiman warga yang menetap di desa cigolong kecamatan Taraju kabupaten Tasikmalaya, lahan pondasi rumahnya mulai terkelupas akibat hujan deras sepanjang hari, kamis (6/2/2020) kemarin

Hal tersebut mengakibatkan sejumlah warga panik dan mengkuatirkan. salah satu rumah warga bangunan rumahnya sudah terkelupas sehingga terjadi longsor.

Hujan sepekan sejak akhir Januari hingga Rabu (5/2) lalu menimpa rumah salah satu wartawan senior tangselkita Risman yang berada tetap di kaki gunung batu, Kampung Cigolong desa Singasari kecamatan Taraju Tasikmalaya.

Keluarga Risman harus segera dievakuasi atau pindah tempat karena lokasi tempat pemukimannya diduga bisa menimbulkan longsor susulan”. jelas Sri ( 45 tahun) salah satu warga melalui selulernya

” Saat ini hujan masih menyiram desa Singasari yang berbatas dengan kecamatan Puspahiyang kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat” terangnya

Sementara, berdasarkan pantauan tangselkita yang berada di lokasi longsor menjelaskan di beberapa tempat jalan dan Sawah serta beberapa rumah di wilayah kecamatan Sariwangi Tasikmalaya tertutup Longsor sekitar 30 Meter.

Hujan deras yang mulai turun hingga malam menyebabkan aliran Sungai Cikunteun di Kampung Peuteuyjaya, Desa Jayaratu, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, meluap dan menyebabkan material longsor menimbun Jalan Inspeksi Irigasi.

” Longsor yang menutup jalan sepanjang 30 meter dan ketebalan tanah mencapai 1,5 meter, kata Risman dalam laporannya melalui vidio call.

Dalam musibah tersebut tidak ada korban jiwa. Namun demikian, masyarakat tidak bisa melalui jalan itu karena tertimbun material longsoran.

Para relawan dan warga masih berusaha menyingkirkan material longsor itu sampai saat ini akibat hujan awal pekan lalu.

Sebelumnya Kepala Seksi Kedaruratan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Dede Sudrajat mengatakan, longsor ini juga menutup areal persawahan seluas 0,5 hektare.

” Selain itu, longsor juga menutup jalan irigasi sepanjang 30 meter dan ketebalan tanah 1 sampai 1,5 meter. Pada waktu hujan tersebut telah menyebabkan Tembok Penahan Tebing (TPT) Cikunten terbawa longsoran sepanjang 50 meter,” ujar Dede.

“Untuk material longsoran sampai sekarang masih dilakukan pembersihan dengan alat seadanya dan membutuhkan alat berat.

” Masyarakat bersama tim gabungan tak bisa melakukan pembersihan secara optimal mengingat longsoran tersebut tebal. Warga berupaya memotong beberapa pohon yang tumbang menggunakan golok,” sambungnya.

Dede menerangkan, relawan dan warga hanya bisa memasang rambu pengamanan. Sedangkan, untuk evakuasi material dibutuhkan alat berat berupa beko.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply