Desakan untuk Bubarkan OJK pun menjadi sangat kencang.

Tangselkita.com, Segala masalah dari korupsi hingga penipuan di tubuh lembaga jasa keuangan, asuransi atau pun investasi bodong sebenarnya tak lepas dari bobroknya kinerja OJK dalam melakukan pengawasan, audit dan melindungi konsumen.

Hingga desakan untuk Bubarkan OJK pun menjadi sangat kencang.

Apakah wacana untuk Bubarkan OJK baru terjadi sekarang? Tidak!

Bahkan dulu ada petisi untuk Bubarkan OJK, suara dari masyarakat karena lembaga ini dianggap lebih membela kepentingan perusahaan daripada kepentingan rakyat. Dimana salah satu fungsi OJK adalah melindungi konsumen.

Hingga wacana untuk Bubarkan OJK pun menyeruak kembali dari gedung parlemen.

DPR mengusulkan untuk Bubarkan OJK, dan meminta fungsinya dikembalikan ke BI.

Oke, mari kita simak kata pengamat:

Menurut pengamat Asuransi Irvan Rahardjo ternyata beliau sangat mendukung untuk Bubarkan OJK. Sebab menurutnya, sejak berdiri tidak ada manfaat yang dirasakan oleh industri keuangan di dalam negeri.

Selain itu, OJK juga gagal melakukan dalam melakukan pengawasan di industri asuransi.

Termasuk juga kasus skandal Jiwasraya yang merupakan salah satu bukti dari banyaknya kelalaian yang dilakukan OJK.

Hal ini juga yang menurut Irvan menjadi alasan layak untuk Bubarkan OJK.

Menurutnya, Jiwasraya merupakan salah satu kasus besar merugikan negara hingga Rp13,7 triliun.

Kejaksaan Agung pun telah mengungkap dugaan korupsi di Jiwasraya dan sudah menahan 5 tersangka yang terkait dengan kasus tersebut.

Di sisi lain, pihak manajemen Jiwasraya juga menghentikan pembayaran klaim para nasabahnya untuk produk saving plan. Hal itu dikarenakan ketika itu keuangan Jiwasraya sedang buruk.

Tercatat, ekuitas Jiwasraya negatif sebesar Rp10,24 triliun dan mengalami defisit sebesar Rp15,83 triliun pada 2018.

Sementara setahun berselang pada September 2019, ekuitas dari Jiwasraya semakin terperuk karena mengalami negatif sebesar Rp23,92 triliun.

“Ini dampak dari kelalaian OJK. OJK tidak ada tata kelola yang baik, tidak ada integritas dalam melakukan pengawasan. Buntutnya persoalan di industri asuransi,” katanya.

Jika melihat kondisi tersebut, seharusnya OJK juga sdh melakukan penghentian program saving plan sejak awal.

Bahkan seharusnya, program saving plan seharusnya tdk diberikan izin oleh OJK mengingat saat itu, Jiwasraya juga melakukan manipulasi laporan keuangannya.

“Kalau ingin mengeluarkan produk saving plan seharusnya perusahaannya tidak boleh merugi. Kalau memang rugi ya disetop. Kenyataannya, Jiwasraya tetap bisa mengeluarkan produk saving plan,” katanya.

Sementara itu, sejumlah aturan yang dibuat oleh OJK juga hanya menjadi pajangan semata. Bahkan aturan yang dibuat oleh OJK justru cenderung dilanggar sendiri.

“Jangan buat aturan tapi ujung-ujungnya tidak ditegakkan. Ini seperti ada jurang antara aturan dan pengawasan OJK,” kata Irvan.

Oleh karena itu dirinya mengusulkan untuk segera dilakukan reformasi ditubuh OJK. Jika memang sulit dan tidak ingin dilakukan reformasi, dirinya menyarankan agar fungsi pengawasan dikembalikan lagi kepada Kementerian Keuangan.

“Jadi bukan reformasi asuransi, tapi reformasi tubuh OJK. Bahkan kalau saya mau bilang bubarkan OJK, kembalikan fungsi pengawasan ke Kementerian Keuangan dan untuk bank ke bank sentral.”

Eriko Sotarduga, Wakil Ketua Komisi XI DPRI RI: Ada pembiaran dalam kasus Jiwasraya. Mengapa begitu lama dibiarkan?

Kemana OJK? Wacana untuk bubarkan OJK ini menjadi penting untuk dipertimbangkan.

Sedangkan pengamat ekonomi mengatakan Faisal Basri: UU memandatkan OJK mengeluarkan izin produk & melakukan pengawasan asuransi.

OJK skaligus menjadi penyidik, menuntut & mengenakan sanksi bila ad pelanggaran. OJK sepatutnya bertanggungjawab.

Kmn OJK? Bubarkan OJK mjd perlu, setidaknya reformasi total ditubuh OJK.

Bagaimana OJK menanggapi kasus Jiwasraya.

OJK: Masalah Jiwasraya tidak perlu dibesar-besarkan. Hal yg terjadi saat ini merupakan hal yg biasa dalam korporasi. Ada saatnya mungkin kondisi perusahaan bagus, ada kalanya terjadi mismatch.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply