Kesaksian TKW Indonesia Tentang Kekejaman ISIS

Tangselkita.com, Sri Rahayu menyaksikan dengan mata kepala sendiri kekejaman ISIS di kota Raqqa, Suriah.

Sri Rahayu terjebak di “ibu kota” ISIS itu, setelah ditipu oleh agen pengirim tenaga kerja yang memindahkannya dari Aleppo.

Wanita 39 tahun itu berhasil diselamatkan oleh tim dari Kedutaan Besar RI di Damaskus dari kediaman majikannya, seorang lansia, di Raqqa.

Awalnya, Sri telah bekerja selama 2,2 tahun di Aleppo. Saat kontraknya habis, bukannya dipulangkan, dia malah dijual ke Raqqa pada 2013, saat kota itu dikuasai oleh pasukan Free Syrian Army (FSA).

Berdasarkan keterangan dari KBRI Damaskus, tiga bulan setelah Sri bekerja di rumah Abdul Azim al-Ujaeli, seorang mantan insinyur yg tinggal seorang diri, ISIS menguasai kota itu & mengklaimnya sbg ibu kota. Sri mengisahkan ketakutan masyarakat kala kedatangan ISIS.

“Sri Rahayu mengaku mendengar orang-orang berlarian sambil berteriak ketakutan bahwa ISIS memasuki Kota Raqqa dan merebut gudang senjata milik Batalyon 17 Tentara Suriah.

Sejak saat itu, ISIS menguasai kota dan bendera hitam menjadi pemandangan lazim di Kota Raqqa,” ujar pernyataan KBRI Damaskus.

Selama tinggal di Raqqa, Sri harus memakai cadar setiap kali keluar rumah, termasuk saat membersihkan halaman agar tidak diketahui berasal dari Indonesia.

Pemandangan mengerikan disaksikannya sendiri di jalan-jalan kota Raqqa. Suatu ketika, wanita yang pernah bekerja selama 20 tahun di Saudi itu hendak berbelanja ke pasar Raqqa.

Dia menyaksikan kepala-kepala yang terpenggal, dijejerkan di pinggir jalan. Sri ketakutan dan lari ke rumah majikannya, urung berbelanja.

Eksekusi semacam ini memang kerap dilakukan oleh ISIS di daerah-daerah kekuasaannya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply