KPK Dikabarkan Temukan Kerugian Negara, BPJAMSOSTEK Justru Klaim Kondisi Keuangannya Sehat

Tangselkita.com, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) menegaskan kondisi keuangannya sehat. Hal itu sekaligus menampik isu yang menyebutkan lembaga asuransi plat merah menimbulkan kerugian negara.

Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto mengatakan, di tengah maraknya pemberitaan tentang terpuruknya investasi beberapa BUMN di bidang jasa asuransi, pengelolaan dana BPJAMSOSTEK dalam kondisi aman.

“Saya tegaskan bahwa kinerja investasi BPJAMSOSTEK dalam kondisi aman, tidak ada kerugian, dilaksanakan sesuai dengan regulasi dan meraih capaian yang baik,” kata Agus, Rabu 5 Februari 2020.

Agus mengatakan, hingga akhir Desember 2019, dana yang dikelola BPJAMSOSTEK telah mencapai Rp 431,7 triliun. Sedangkan hasil investasi tercatat sebesar Rp 29,2 triliun. Agus mengklaim, BPJAMSOSTEK juga telah memberikan hasil pengembangan Jaminan Hari Tua kepada pesertanya mencapai 6,08 persen.

“Kami selalu berpegang teguh pada aturan yang berlaku, seperti PP 99 tahun 2013 dan PP 55 tahun 2015, yang mengatur jenis instrumen-instrumen investasi yang diperbolehkan berikut dengan batasan-batasannya. Ada juga Peraturan OJK No. 1 tahun 2016 yang juga mengharuskan penempatan pada Surat Berharga Negara sebesar minimal 50 persen,” kata dia.

Selain pengelolaan dana, kata Agus, investasi saham yang dilakukan BPJAMSOSTEK telah melalui analisa fundamental dengan risik menjadi pertimbangan utama.

“Untuk saham, BPJAMSOSTEK hanya berinvestasi pada emiten BUMN, emiten dengan saham yang mudah diperjualbelikan, berkapitalisasi besar, memiliki likuiditas yang baik dan memberikan deviden secara periodik. Tentunya faktor analisa fundamental dan review risiko menjadi pertimbangan utama dalam melakukan seleksi emiten. Jadi tidak ada investasi di saham yang biasa disebut saham gorengan,” ucap Agus.

Dengan kinerja pengelolaan dana di atas, sebagai badan hukum publik, kegiatan operasional BPJAMSOSTEK termasuk pengelolaan dana telah diawasi dan diaudit oleh berbagai lembaga berwenang seperti BPK, OJK dan KPK.

Sementara itu, Deputi Pencegahan Korupsi KPK Pahala Nainggolan mengatakan, BPJAMSOSTEK merupakan salah satu pengelola dana publik terbesar di Indonesia, sehingga pastinya masuk radar KPK.

Namun, Pahala menampik isu tentang adanya temuan KPK tentang kerugian negara pada investasi BPJAMSOSTEK. Dia mengatakan, kinerja BPJAMSOSTEK dalam bidang pengelolaan investasi secara keseluruhan telah mencapai hasil yang baik.

“Kami di KPK tentunya akan terus mengawasi kinerja BPJAMSOSTEK, terutama bidang investasi. Dalam pengawasan kami, tidak ada ditemukan kerugian Rp13 triliun seperti isu yang diedarkan pihak tidak bertanggungjawab. BPJAMSOSTEK juga selalu kooperatif dalam menerima saran dari kami dan selalu berkonsultasi agar tidak terjadi kesalahan dalam operasionalnya,” ucapnya.

Kendati demikian, dengan besarnya dana yang dikelola, BPJAMSOSTEK harus terus menjaga good governance tanpa takut menghadapi intervensi dari pihak manapun.

“Kami siap memdampingi BPJAMSOSTEK untuk menghadapi intervensi dari dalam atau luar dalam pengelolaan dananya. Bagi KPK ini merupakan cara strategis pencegahan korupsi dan bagian dari pelayanan publik,” ucapnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply