WASPADA SEL TIDUR ISIS !

Tangselkita.com, Setelah polemik pemulangan eks WNI pro ISIS dengan keputusan ditolak oleh Pemerintah usai, kini saatnya waspada terhadap sel-sel ISIS yang saat ini diduga masih tertidur.

Bukan tak mungkin mereka akan melakukan penyerangan pada kantor pemerintahan karena jengkel soal sikap Pemerintah Indonesia yang menolak kembalinya rekan mereka

Lalu apakah sel tidur itu? Sel tidur adalah istilah yang diciptakan para teroris itu sendiri. Sel tidur adalah bagian dari kelompok teroris yang bersembunyi dan berbaur di masyarakat. Mereka tidak mengibarkan bendera ISIS atau berbicara tentang masa kejayaan mereka dulu

Sikap mereka diam, bekerja seperti biasa tetapi ketika orang yang mereka anggap pemimpin memberikan sinyal maka mereka bergerak untuk membunuh.

Mereka ketika tertangkap mengaku menyerah. Tapi saat diwawancarai terpisah justru mereka menganggap bahwa teror yang mereka lakukan seperti memenggal kepala korban adalah hal biasa dan yang lebih gila lagi hal tersebut dianggap sebagai sebuah ritual pendekatan diri kepada Tuhan .

Sel-sel tidur ISIS masih banyak berkeliaran di Indonesia dan meraka ini sedang menunggu rekan-rekannya dipulangkan ke negara masing-masing dari Suriah

Katanya bagi para sel tidur itu, orang yang pernah berjuang di Suriah adalah pengobar semangat dan pemberi kabar, pesan dari pemimpin tertinggi kapan waktunya untuk bergerak

Jika kita mendapati orang-orang seperti itu, kita harus ingat sejarah mereka. Jangan pernah tertipu tangis atau cerita sedih mereka. Mereka pernah dengan dingin menggorok leher atau sekadar bersama dalam barisan bukanlah orang yang mudah dideradikalisasi .

Kemudian bagaimana orang-orang Indonesia bisa sangat antusias bergabung dengan mereka? apa yang ditawarkan sehingga mereka tertarik, apakah ada donatur di Indonesia yang memfasilitasi mereka untuk menjadi antek maupun pasukan ISIS?

Banyak cara yang dilakukan oleh ISIS untuk merekrut WNI agar mau bergabung menjadi kombatan dan simpatisan. Secara garis besar upaya yang dilakukan antara lain :

Modus yang Menggiurkan

Banyak WNI terjebak dengan modus ISIS.  Banyak cara yang tak terduga digunakan oleh kelompok teroris tersebut. Modusnya antara lain menjanjikan upah tinggi, janji hidup enak, hubungan asmara, menyebarkan video propaganda, dan menawarkan umrah gratis

2. Cuci Otak dengan VideoMelalui video ISIS mencuci otak sasarannya di seluruh dunia dengan video-video berkualitas tinggi dan canggih

Salah satu video yang pernah beredar berjudul ‘Cahaya Tarbiyah di Bumi Khilafah’. Video Cahaya Tarbiyah di Bumi Khilafah ini memperlihatkan anak-anak usia di bawah 15 tahun yang diduga dari Indonesia tengah belajar perang

Melalui Media Sosial

Media sosial banyak digunakan oleh kaum muda dan tua. Dengan media sosial ISIS bisa dengan mudah merekrut anggotanya. Mereka lihai menggunakan Cyber Space untuk sebarkan aksi teror dan melakukan rekrutmen anggota serta mereka bisa menghasut ribuan orang

Kemudian mengapa Indonesia menjadi sasaran rekrutmen anggota ISIS? Hal ini karena ISIS meyakini bahwa orang Indonesia memiliki jiwa militansi yang tinggi sehingga akan mudah diajak untuk berafiliasi. Mereka menggunakan keyakinan untuk mengaduk perasaan dan berjihad

ISIS memberikan pembiayaan bagi calon anggota mereka serta doktrin bersama bahwa dengan jalan ini mereka bisa mewujudkan kekhalifahan seperti yang katanya banyak diimpikan umat Islam .

Lalu apakah ada pihak yang mendanai kegiatan atau aksi mereka di Indonesia ? Menurut laporan PPATK, publik memahami bahwa pelaku Tindak Pidana Pendanaan Terorisme yang paling banyak secara berurutan adalah pebisnis/wiraswasta, ormas dan partai politik .

Dari ketiganya, ormas dalam bentuk yayasan telah cukup lama diketahui oleh publik. Kasus Hilal Ahmar Society yayasan amal Timur Tengah yang bermarkas di Indonesia adalah salah satu yang mencuat ke permukaan .

Yayasan tersebut masuk ke dalam catatan hitam Dewan Keamanan PBB pada Maret 2015 karena terbukti turut mendanai teroris ISIS di Irak dan Suriah, alih-alih memberi bantuan kemanusiaan seperti yang mereka kampanyekan di Indonesia.

Untuk kasus partai politik sekalipun belum pernah ada bukti yang terkuak terkait pendanaan dari partai politik yang ditemukan aparat penegak hukum, sejumlah kejadian menunjukkan adanya dugaan relasi partai politik dengan teroris .

Kasus politisi PKS Pasuruan yang tertangkap akan berangkat ke Suriah pada April lalu sempat dikaitkan dengan ISIS walaupun kemudian dibantah oleh pihak PKS dan kepolisian. Faktanya kasus terduga teroris yang terlibat dengan PKS juga terjadi pada tahun 2009 dan 2013 .

PPATK juga menambahkan adanya tren baru pendanaan yakni adanya uang-uang kecil dari bisnis-bisnis kecil yang menjadi sumber aksi teroris. Uang-uang ini sulit terlacak karena selain dilakukan dalam pertemuan langsung .

Sebagian lainnya digalang melalui media donasi di internet sehingga seringkali tidak ada aliran dana mencurigakan yang dapat dideteksi

Berbeda dengan transaksi mencurigakan bernilai miliaran yang kerap terjadi sebelumnya, kini tren pendanaan terorisme berjalan beriringan dengan tren terorisme itu sendiri. Teroris jaman sekarang telah mampu melancarkan aksi secara mandiri atau lonewolf .

Ancaman pendanaan lainnya juga sudah merambah dunia digital. Sejumlah kasus terorisme terbukti dengan adanya transfer dana yang dilakukan melalui Paypal maupun Bitcoin.

Walaupun telah menggunakan sistem komputerisasi namun tidak dicovernya uang digital macam Bitcoin oleh pemerintah membuat wilayah tersebut akan terus rentan menjadi sarana pendanaan teroris.

Pebisnis seringkali ingin mencuci uang dengan mengaburkan aliran dananya pada kelompok bayangan, seperti teroris. Sementara teroris tentu membutuhkan bantuan dana untuk menjalankan aktivitasnya .

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply